Category Archive : Artikel

Menu Sehat di Bulan Ramadan

Assalamu’alaikum, Bunda-Bunda Kece! Sudah punya menu andalan dong di bulan Ramadhan ini?

Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa buat kita semua yaaa. Bahkan, biasanya banyak menu makanan istimewa yang disajikan di meja makan, mulai dari yang ringan sampai yang berat-berat, hehehe.

Eh, tapi perlu diingat nih jangan sampai banyak makanan yang berakhir ke tong sampah atau bahkan basi, karena kita terlalu kenyang untuk memakannya. Intinya, jangan sampai jadi mubadzir, karena malah akan bertentangan dengan prinsip ibadah puasa itu sendiri.

BERI REVIEW FAMILIA KREATIVA

Ayah Bunda, sebelum lanjut membaca artikel ini, mohon bantuannya untuk memberi review, saran, masukkan, harapan ataupun usulan melalui link berikut ini yaaa. Terima Kasiiih.

Padahal nih ya, berpuasa itu banyak banget lho manfaatnya. Dilansir dari laman Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa:

  1. Ketika menjalankan ibadah puasa, sesungguhnya tubuh kita melakukan proses detoksifikasi (pembuangan zat-zat/racun yang tidak diperlukan tubuh) secara optimal.
  2. Ketika menjalankan ibadah puasa, sel-sel dalam organ tubuh kita melakukan proses regenerasi (pembaruan sel) dengan baik.
  3. Dengan berpuasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dari sel-sel getah bening akan membaik 10 kali lipat.

Makanya nih, supaya badan kita tetap sehat selama berpuasa, menu makanannya juga harus dijaga ya nutrisinya.

Bunda udah siapin menu sahur dan buka puasa untuk keluarga belum? Cobain beberapa inspirasi menu sehat ini, yuk!

  1. Oseng Kacang Panjang
  2. Sup Kimlo Bakso
  3. Telur Dadar Gulung Saos Asam Manis
  4. Kangkung Telur Puyuh
  5. Cah Timun Telur
  6. Cah Buncis Wortel Jagung
  7. Buncis Cah Ebi Terasi
  8. Tumis Sayur Ikan Asin
  9. Bola Daging Lada Hitam
  10. Omelet Telur
  11. Tumis Tahu Saus Tiram
  12. Nasi Goreng Putih
  13. Sup Makaroni
  14. Pesmol Ikan
  15. Tumis Daun Pepaya Jepang

Nah, Bunda bisa coba kreasikan menunya dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah!

Kontributor tulisan : Mustika

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Download Printable Gratis DI SINI

Belajar Salat, Al Ma’arij Ayat 34-35

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda!

Sebelum mengenalkan ibadah puasa, sudah mengenalkan salat ke anak-anak belum?

Sejatinya, salat mulai dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Ayah Bunda perlu memberikan contoh bagaimana melaksanakannya sesuai waktu, rukun, dan syaratnya. Ya, meskipun diajarkan bertahap ya! Pelan-pelan saja. Bisa dimulai dengan memberi contoh dulu, kok. 

Karena salat adalah tiang agama, dan bagi siapa yang memeliharanya, mereka termasuk yang dimuliakan di surga. 

Nah, ini sesuai dengan ayat yang akan kita bahas kali ini, yaitu surat Al Ma’arij ayat 34-35:

“Dan orang-orang yang memelihara salatnya, mereka itu dimuliakan di dalam surga.”

Al Ma’arij : 34-35

Mengajarkan Salat

Allah SWT menyebutkan di dalam Al Qur’an bahwa kedudukan salat sangat penting bagi umat muslim. Maka dari itu, peran orangtua untuk mengajarkan salat kepada anak sangat besar.

Sambil mengajarkannya, Ayah Bunda bisa bercerita keutamaan menegakkan salat sesuai waktunya, rukun-rukunnya, wajibnya hingga yang menjadi sunnahnya. 

Pada kedua ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang yang memelihara amanat-Nya dengan komitmen tinggi akan dimuliakan di surga.

Kementerian Agama RI juga menjelaskan tentang hal yang dapat menghilangkan sifat suka berkeluh kesah dan sifat salat. Pengertian memelihara salat dalam ayat ini ialah:

  1. Berusaha melengkapi syarat–syarat salat dengan baik dan sempurna, seperti meneliti pakaian yang dipakai sehingga tidak terdapat najis, berwudu dengan baik, dan mengenyampingkan segala sesuatu yang dapat menghilangkan atau mengurangi kekhusyukan.
  2. Berusaha melaksanakan semua rukun dengan baik dan sempurna.
  3. Berusaha khusyuk.
  4. Berusaha melaksanakan salat wajib yang lima waktu.
  5. Berusaha melaksanakannya pada awal waktu.

Yuk, kita tegakkan dan ajarkan ibadah yang mulia ini ke anak-anak! Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang dimuliakan di surga-Nya. Aamiin.

Kontributor tulisan : Mustika

BERI REVIEW FAMILIA KREATIVA

Ayah Bunda, mohon bantuannya untuk memberi review, saran, masukkan, harapan ataupun usulan melalui link berikut ini yaaa. Terima Kasiiih.

Bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan informasi dari Familia Kreativa, silakan bergabung di telegram Familia Kreativa bersama 4.500+ keluarga lainnya melalui link ini : Telegram FK Berbagi.

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Bulan yang Bersinar, Asy Syams Ayat ke-2

Ambilkan bulan, Bu … Ambilkan bulan, Bu … Yang selalu bersinar di langit.

Ayo, siapa yang bacanya sambil nyanyi? Hehehe 

Assalamu’alaikum Ayah Bunda! Kata lirik di atas, bulan selalu bersinar di langit. Kenapa ya? 

Ternyata, bulan itu bersinar bukan karena mengeluarkan cahayanya sendiri. Tetapi itu cahaya pantulan dari matahari. Wah, bulan juga ingin bersinar seperti matahari tapi karena bulan bukan termasuk bintang jadi dia hanya bisa memantulkan cahaya matahari saja. 

Bulan dan matahari selalu beriringan. Maksudnya selalu ada kaitannya, nih. Termasuk di dalam Al Qur’an bulan juga dibahas, lho! Masih menyambung surat As Syam yang kemarin, hari ini kita bahas ayat yang ke-2, yuk!

“Dan bulan apabila mengiringinya.”

Asy Syams : 2

Bulan Sang Pengiring

Terjemahan surat As Syam ayat ke-2 ini menjelaskan bahwa bulan mengiringi matahari. Maksudnya, bulan mengiringi matahari dalam peredaran dan cahaya. 

Jika bulan mengiringi matahari dalam edarannya itu karena bulan datang setiap harinya setelah matahari. Saat di awal bulan kita dapat melihat bulan sangat dengan matahari di sebelah barat, tetapi saat di pertengahan bulan dia menjauh dari matahari karena posisinya di sebelah timur. 

Secara sederhana, bulan muncul dalam bentuk bulan sabit, lalu menjelang pertengahan bulan bentuknya akan menjadi penuh atau berubah jadi bulan purnama. Nah, jelang akhir bulan bentuknya akan kembali menjadi bulan sabit. 

Kita bisa tahu Ramadan telah tiba karena sudah memasuki bulan baru. Nah, selama bulan Ramadan ini nanti kita akan menanti kedatangan bulan baru untuk menyambut Idulfitri. 

Lalu maksud bulan mengiringi matahari dalam cahayanya adalah saat matahari terbenam yang akan terlihat oleh kita adalah bulan. Itulah yang membuat kita bisa melihat cahaya bulan di malam hari, karena datangnya setelah matahari pergi ke belahan bumi lain. Secara sederhana, inilah yang dinamakan proses pergantian siang-malam. 

Ketika langit perlahan mulai terlihat berubah warna jadi jingga, itu pertanda matahari bergerak ke belahan bumi lain. Kita akan melihat kemunculan bulan bersamaan dengan langit yang berubah jadi malam. Begitulah proses setiap harinya bagaimana bulan mengiringi matahari.

Kontributor tulisan : Mustika

Bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan informasi dari Familia Kreativa, silakan bergabung di telegram Familia Kreativa bersama 4.500+ keluarga lainnya melalui link ini : Telegram FK Berbagi.

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Al-Qur’an Surat Asy Syams Ayat ke-1

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda! Kita bahas surat Asy Syams yuk 😀

Gimana hari ke-3 puasanya nih? Semoga semakin semangat, ya! Hari ini kita bahas lagi ayat, yuk! 

Insya Allah hari ini kita akan bahas bersama tentang matahari, ya. 

Tahu enggak warna matahari itu apa? Ayo, siapa yang jawab warnanya kuning? Ternyata, warna matahari itu bukan kuning, lho! Sebenarnya, warna matahari adalah putih.

Dilansir dari Thoughtco, jika kita melihat matahari dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) atau bulan, bisa banget tuh kelihatan warna asli matahari. Jadi, aslinya warna matahari itu banyak banget, tapi mata kita menangkap pencampuran warna itu jadi satu yaitu putih.

Matahari dijadikan salah satu nama surat dalam Al Qur’an yaitu As Syams. Dalam ayatnya yang ke-1 dijelaskan artinya:

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari.”

Asy Syams : 1
Asy Syams

Dalam surat ini dimulai dengan Allah SWT yang bersumpah demi sejumlah makhluk ciptaan-Nya yang begitu besar. Allah SWT bersumpah dengan matahari dan sinarnya di pagi hari, yaitu ketika naiknya matahari setelah kemunculannya.

Kenapa Matahari?

Kenapa Allah SWT bersumpah dengan matahari lebih dulu? Ini karena matahari merupakan bintang yang paling besar yang menyinari seluruh alam. Matahari diciptakan oleh Allah SWT dapat menyinari sampai ke lapisan yang paling dalam, cahayannya dapat menembus lubang yang terkecil. Lalu cahaya matahari itu berpindah ke bagian bumi yang lain ketika malam datang ke bagian bumi lainnya. 

Ternyata, aktivitas matahari dapat memengaruhi parameter iklim juga, lho! Tidak cuma itu, variasi curah hujan dengan berbagai cara dan skala waktu yang berbeda juga dipengaruhi oleh matahari. Masya Allah, ciptaan Allah SWT luar biasa ya. 

Pantas saja ya matahari dijadikan pusat tata surya. Bahkan ini juga disebutkan dalam Al Qur’an, lho! Insya Allah kapan-kapan kita bahas bersama ya.

Cahaya matahari tidak akan pernah berkurang, kecuali Allah SWT menghendakinya. Matahari akan terus bersinar sampai waktu yang ditentukan oleh Allah SWT.

Maka selama matahari masih bersinar, pohon-pohon akan terus tumbuh, buah-buahan akan menjadi matang, dan banyak sekali manfaat yang lain yang dapat membantu hidup manusia selama di bumi. 

Sungguh besar ya kuasa Allah. Matahari sebagai salah satu ciptaan-Nya memberikan banyak manfaat bagi ciptaan-Nya yang lain. Masya Allah, banyak sekali yang harus kita syukuri. 

Kontributor tulisan : Mustika

Bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan informasi dari Familia Kreativa, silakan bergabung di telegram Familia Kreativa bersama 4.500+ keluarga lainnya melalui link ini : Telegram FK Berbagi.

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Al-Qur’an Surat An Naml Ayat ke-18

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda!

Sudah hari ke-2 bulan Ramadan nih! Hari pertama kita sudah belajar tentang tafsir surat Al Baqarah ayat 2. Nah, untuk hari ini kita buka surat An Naml ayat 18, yuk!

“Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

An Naml : 18

Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa di kalangan semut pun ada komunikasi dan kehidupan sosial di bawah kepemimpinan rajanya.

Penelitian menunjukkan bahwa semut berkomunikasi melalui feromon. Apa sih feromon? Bentuknya berupa jejak kimia yang ditinggalkan binatang saat mereka mencari makanan. Feromon ini ini dihasilkan oleh salah satu kelenjar di dalam tubuh semut. Nah, dengan itulah semut-semut berkomunikasi.

Semut dikenal sebagai binatang yang hidup secara berkelompok. Dari mereka juga kita bisa belajar untuk hidup bermasyarakat dan berkelompok. Semut juga dikenal memiliki etos kerja yang tinggi dan sangat disiplin.

Ketika Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sedang berjalan menuju ke lembah semut, rajanya memberitahu kelompoknya untuk segera masuk ke dalam sarang. Tentu agar mereka tak diinjak oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya. Ucapan semut selanjutnya yakni walaupun mereka terinjak itu karena Nabi Sulaiman dan tentaranya tidak menyadari keberadaan dan ukuran mereka yang sangat kecil.

Ada satu pelajaran lagi yang dapat dipetik dari sini, yakni semut-semut berbaik sangka kepada Nabi Sulaiman dan tentaranya. Kalaupun semut-semut diinjak, itu karena Nabi Sulaiman dan tentaranya tidak menyadari kehadiran mereka.

Nabi Sulaiman mengerti ucapan semut tersebut lalu tersenyum. Nah, apa yang dilakukan Nabi Sulaiman setelah itu? Kita buka surat An Naml ayat 19, yuk! Nabi Sulaiman berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Luar biasa ya doanya. Nabi Sulaiman yang telah diberi nikmat yang besar oleh Allah SWT itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba beliau mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Semoga kita juga termasuk golongan orang-orang yang saleh. Aamiin.

Kontributor tulisan : Mustika

Bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan informasi bermanfaat dari Familia Kreativa, silakan bergabung di telegram Familia Kreativa bersama 4.500+ keluarga lainnya melalui link ini : Telegram FK Berbagi.

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat ke-2

Assalamu’alaikum Semesta Ayah Bunda Seduniaaa …

Memasuki bulan Ramadan kali ini, kita akan mengenali ayat demi ayat setiap harinya. Sebagai pembuka di awal Ramadan, kita maknai bersama surat Al Baqarah ayat 2, yang artinya:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”

Al Baqarah : 2

Ayat ini berbicara bahwa Al Qur’an sebagai kitab yang sempurna, tidak ada keraguan atau kebimbangan. Benar bahwa Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. Allah SWT memberi tahu kita banyak hal dalam Al-Qur’an yang akan membantu kita menjalani hidup.

Kenapa Al Qur’an tidak meragukan? Bagi kita yang memiliki akal sehat, tidak akan meragukan Al Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga membenarkan apa yang tercantum di dalamnya, baik itu berupa hukum, kebenaran, dan petunjuk.

Dengan rajin membaca, mempelajari tafsirnya, dan menganalisanya, Al Qur’an tidak akan menjauhkan kita dari keraguan. Tapi, juga tidak bisa dipahami secara sempit bahwa tidak ada satupun di bumi ini yang meragukannya. 

Dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Petunjuk adalah informasi, pemberitahuan menuju apa yang diinginkan. Al Qur’an ini menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Sebenarnya semua orang juga bisa mendapatkan petunjuknya, tidak hanya yang bertakwa. Hanya saja, yang tidak bertakwa enggan memanfaatkan petunjuk itu. 

Lalu siapakah orang-orang bertakwa itu? Mereka adalah yang menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala yang diharamkan. 

Surat Al Baqarah ayat 2 cukup menjadi pembuka yang seru untuk Ramadan kali ini. Bersama anak-anak dan keluarga kita bisa memaknai ayat ini untuk lebih mencintai Al Qur’an.

Kontributor tulisan : Mustika

Bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan informasi bermanfaat dari Familia Kreativa, silakan bergabung di telegram Familia Kreativa bersama 4.500+ keluarga lainnya melalui link ini : Telegram FK Berbagi.

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa