Al-Qur’an Surat An Naml Ayat ke-18

Al-Qur’an Surat An Naml Ayat ke-18

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda!

Sudah hari ke-2 bulan Ramadan nih! Hari pertama kita sudah belajar tentang tafsir surat Al Baqarah ayat 2. Nah, untuk hari ini kita buka surat An Naml ayat 18, yuk!

“Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

An Naml : 18

Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa di kalangan semut pun ada komunikasi dan kehidupan sosial di bawah kepemimpinan rajanya.

Penelitian menunjukkan bahwa semut berkomunikasi melalui feromon. Apa sih feromon? Bentuknya berupa jejak kimia yang ditinggalkan binatang saat mereka mencari makanan. Feromon ini ini dihasilkan oleh salah satu kelenjar di dalam tubuh semut. Nah, dengan itulah semut-semut berkomunikasi.

Semut dikenal sebagai binatang yang hidup secara berkelompok. Dari mereka juga kita bisa belajar untuk hidup bermasyarakat dan berkelompok. Semut juga dikenal memiliki etos kerja yang tinggi dan sangat disiplin.

Ketika Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sedang berjalan menuju ke lembah semut, rajanya memberitahu kelompoknya untuk segera masuk ke dalam sarang. Tentu agar mereka tak diinjak oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya. Ucapan semut selanjutnya yakni walaupun mereka terinjak itu karena Nabi Sulaiman dan tentaranya tidak menyadari keberadaan dan ukuran mereka yang sangat kecil.

Ada satu pelajaran lagi yang dapat dipetik dari sini, yakni semut-semut berbaik sangka kepada Nabi Sulaiman dan tentaranya. Kalaupun semut-semut diinjak, itu karena Nabi Sulaiman dan tentaranya tidak menyadari kehadiran mereka.

Nabi Sulaiman mengerti ucapan semut tersebut lalu tersenyum. Nah, apa yang dilakukan Nabi Sulaiman setelah itu? Kita buka surat An Naml ayat 19, yuk! Nabi Sulaiman berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Luar biasa ya doanya. Nabi Sulaiman yang telah diberi nikmat yang besar oleh Allah SWT itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba beliau mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Semoga kita juga termasuk golongan orang-orang yang saleh. Aamiin.

Kontributor tulisan : Mustika

Bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan informasi bermanfaat dari Familia Kreativa, silakan bergabung di telegram Familia Kreativa bersama 4.500+ keluarga lainnya melalui link ini : Telegram FK Berbagi.

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*