Day: April 11, 2020

Cara Bermain Engklek alias “HUP Classisc”

Ayah Bunda generasi ’90an pasti tau dooong, cara bermain engklek (sering disebut juga sondah/ sonda manda/ tapak gunung/ taplak bulan/ setatak/ marsitekka/ hopscotch dan beragam nama lainnya) karena pasti pernah memainkannya saat kecil meski hanya sekali.

Permainan ini sengaja diangkat kembali agar bisa menemani hari-hari anak-anak kita #dirumahaja sekaligus supaya Ayah Bunda bisa bercerita tentang pengalaman masa kecil saat bermain engklek ini.

Ayah Bunda bisa bercerita tentang cara bemainnya, tentang serunya saat bermain dijalanan depan rumah sambil menggunakan kapur dan potongan genteng. Mungkin juga bercerita tentang teman-teman masa kecil yang anak-anaknya sekarang sudah menjadi teman dari anak-anak kita.

Alhamdulillah momen #dirumahaja saat ini dirasa cukup tepat untuk bisa mewariskan satu dari aneka ragam permainan tradisional yang pernah jaya di era ’90an kepada anak-anak kita. Semoga hikmah lainnya juga bisa membuat kita semakin dekat dengan anak-anak kita generasi inspirasi masa depan.

Engklek baru alias HUP

Seperti Ayah Bunda tahu, permainan engklek yang dikemas oleh Familia Kreativa dengan nama baru “HUP” ini memiliki beberapa cara dan peraturan yang berbeda di setiap daerah, namun yang akan disajikan disini semoga bisa mewakili tata cara bermain secara umum.

Referensi yang diambil untuk menuliskan teknis tata cara bemain ini bersumber dari artikel-artikel yang beredar di internet dan memori-memori masa lalu 😀

Buat yang belum punya HUP, silakan cek postingan INI

Yukkk, langsung kita paparkan teknis bermain sambil memutar kembali memori masa lalu kita…

PERSIAPAN :

  1. Pemain, disarankan berjumlah 2 – 3 orang, jangan satu orang nanti kesepian hehe. Boleh lebih dari 3 tapi akan menjadi super menantang bagi anak-anak.
  2. Alas bermain HUP CLASSIC, boleh juga digambar mandiri dengan menggunakan kapur di garasi/ jalan depan rumah.
  3. Pion/ Token/ Gacoan/ Gacuk/ Kojo, berupa lempengan tipis sebesar setengah atau seperempat genggaman tangan, yang berguna untuk dilemparkan sebagai penanda giliran aksi.
  4. Token ini biasanya menggunakan pecahan genting/ asbes, namun untuk saat ini bisa menggunakan material/ bahan yang jika dilempar tidak akan bergulir ekstrim, pertimbangkan juga material/ bahan yang ramah untuk anak-anak. Contohnya, tatakan gelas yang berbahan karet, atau ID card berbahan PVC (gunakan yang BEKAS!!!) yang digunting menjadi dua atau empat bagian.
  5. Siapkan juga niat bermain dan bergembira bersama, hehe.

TUJUAN UTAMA PERMAINAN :

Permainan akan dikatakan berakhir bila ada SATU PEMENANG, yakni pemain yang bisa menguasai kotak “sawah” paling banyak.

ATURAN DASAR :

  1. Permainan ini adalah permainan ketangkasan, dimana pemain akan sering melompat dengan satu kaki, dan mendarat/ menapak dengan satu atau dua kaki bergantung pada kotak yang tersedia.
  2. Pemain akan melompat sepanjang kotak secara berurutan dari kotak 1 – 8 dan HANYA BOLEH menapak pada kotak-kotak yang tidak ada token didalamnya. Pada kotak 4 – 5 dan 7 – 8 pemain boleh menapak dengan dua kaki, selama tidak ada token pada kotak tersebut.
  3. Permainan ini juga merupakan permainan strategi dan keterampilan, terutama dalam keterampilan melempar pion dan strategi menentukan kotak “sawah” yang akan dikuasai.

CARA BERMAIN :

  1. Tentukan giliran dengan HOM-PIM-PAH … ALAIUM-GAMBERNG … (Kok, sambil ngakak ya saat nilis ini, hehehe :)) atau bisa juga dengan SUIT … Suuuuu IT … Hihihi … Boleh juga dengan CANG – KACANG – PANJANG 😀
  2. Setelah ditentukan urutan, silakan pemain yang mendapat giliran melempar token ke kotak pertama, kemudian, melompat dengan menggunakan satu kaki bertahap di setiap kotak, hingga kotak ke 7 dan 8, kemudian kembali menuju kotak pertama, namun sebelum kembali keluar area melompat, pemain harus mengambil tokennya dengan tetap mengangkat satu kaki.
  3. Ulangi tahapan nomor 2 dengan melempar token ke setiap kotak dengan angka yang lebih tinggi. Hingga akhirnya jika pemain sudah melewati kotak nomor 8 dan melempar ke arah bulan/ gunungan yang bertuliskan HUP. Pada saat mengambil token di area HUP pemain harus berbalik badan dan berusha mengambilnya. Setelah berhasil pemain kembali ke tempat awal. Pada tahap ini pemain dihitung SATU PUTARAN.
  4. Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah kotak untuk dijadikan “sawah” mereka, caranya berdiri di luar area HUP kemudian berbalik badan lalu melemparkan token ke belakang dan berusaha untuk menjatuhkannya token tersebut ke salah satu kotak, tempat token terjatuh itu akan menjadi kotak “sawah” miliknya.
  5. Pemain yang sudah memiliki kotak “sawah” (biasanya ditandai dengan gambar “bintang” dengan menggunakan kapur/ spidol), dapat menginjak kotak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak kotak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.

LARANGAN :

  1. Pemain dikatakan kalah dan berganti giliran jika token yang dilempar mengenai garis/ keluar dari kotak target.
  2. Pemain juga harus berganti giliran jika salah menapak/ mengenai garis ketika menapak dan terjatuh ketika beraksi.

Yaaaak, demikian persiapan, aturan dan tata cara bermain HUP … Jangan lupa foto-foto saat dan setelah berkreasi, lalu tag ke instagram @familiakreativa

Lalu, bagi Ayah – Bunda yang mau mendapatkan info kece tentang Familia Kreativa, silakan bergabung di kanal telegram Familia Kreativa melalui link ini : https://telegram.me/FKberbagi.

Selamat belajar dan berkarya, semoga anak-anak kita kelak bisa menginspirasi dunia.

Wassalam,

Salam Kreatif Sepanjang Masa

Klik DI SINI untuk Follow INSTAGRAM Familia Kreativa 

Klik DI SINI untuk Subscribe YOUTUBE Familia Kreativa 

Referensi :

  1. https://www.tgrcampaign.com/read/97/permainan-tradisional-sederhana-itu-bernama-engklek
  2. https://www.anakmandiri.org/2016/11/29/permainan-tradisional-engklek-setataktejek-tejekanmarsitekka/
  3. https://www.youtube.com/watch?v=s21101mcgtY